Senin, 28 Oktober 2013

Bahasa hati



Taukah anda bahasa hati? bahasa hati adalah bahasa yang berasal dan bersumber dari hati nurani. Makna yang terkandung dalam bahasa yang tertulis itu tulus, murni, suci, tanpa rekayasa, tanpa dibuat-buat. Bahkan ketika kita membacanya, kita akan merasakan kekuatan dan kejujuran yang memang ingin disampaikan.Saya sampai merinding ketika saya diminta membaca sms dari teman saya untuk mantan pacarnya. Saya agak kaget ketika bahasa yang dia tulis, hampir sama dengan bahasa yang saya gunakan saat saya berinteraksi dengan seseorang yang saya sayangi sampai detik ini. Dalam hati, saya hanya bisa berkata, saya seperti membaca tulisan saya sendiri.  Hal yang membuat saya terpana adalah dia (teman saya) tidak pernah sama sekali menggunakan bahasa seperti itu dalam berkomunikasi dengan teman-temannya, bahkan dengan mantannya sekali pun. Ketika dia menunjukkan sms itu kepada saya, dia menangis. Hal itu adalah bukti bahwa dia menulis sms itu dengan hati.  Saya akhirnya sadar, bahasa hati itu dimana-mana sama, indah, suci, dan selalu berhubungan dengan Maha Pemilik Hati. 

Bahasa hati, yang membuat saya menangis salah satunya adalah puisi Bapak BJ Habibie untuk almarhumah ibu Ainun .

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
Selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
B.J. Habibie untuk Ainun 


Dapatkah anda merasakannya? Ketulusan, harapan dan keihklasan kepada sang Maha Pemilik Hati?
Jawabannya pasti iya.

Bahasa hati berbeda dengan gombalan, karena bahasa hati bukan lelucon. Bahasa hati hanya mampu diterjemahkan oleh orang-orang yang menggunakan hati nuraninya dan pastinya ketika bahasa hati itu ditujukan untuknya. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar